Skip to main content

Kisah Ku: Asiknya Belajar Pemrograman Bersama Dicoding

Kisah Ku: Asiknya Belajar Pemrograman Bersama Dicoding - Halo semuanya, diartikel ini saya akan menceritakan awal mula bisa mengenal coding dan mengenalkan salah satu platform belajar pemrograman yang saya gunakan yaitu Dicoding. Semoga saja kisah yang saya sampaikan menarik untuk dibaca 😁

Awal mula belajar coding

Mungkin kebanyakan anak setelah lulus SMP, langsung tau mau lanjut sekolah dimana. Tetapi saya beda, setelah lulus SMP Tahun 2014 bingung mau lanjut sekolah kemana, nama-nama & lokasi sekolah SMA/SMK di Tangerang aja saya gk tau. Jadinya ikut maunya orang tua aja deh, pertama orang tua daftarkan anaknya di SMK negri (jurusan Pendingin dan Tata Udara) yang deket dari rumah, ternyata gk lulus seleksi.

Setelah gagal masuk SMK negri, saya di daftarkan ke sekolah SMK swasta (jurusan Teknik Komputer Jaringan) dapat dipastikan sekolah tersebut dekat dari rumah yang hanya berjarak 2km atau untuk sampai ke sekolah memakan waktu sekitar 20menit dengan berjalan kaki (berjalan kaki dari kelas 1-2).

Pada kelas 1 SMK saya dipertemukan dengan mata pelajaran Pemrograman Dasar, waktu itu pembelajarannya belum dilakukan dilab komputer. Kata gurunya sih komputernya lagi pada rusak, yahh.. namanya juga sekolah swasta. Jadinya pembelajarannya hanya bermodalkan papan tulis & buku LKS, disitu saya diajarkan tag-tag dasar HTML (Hypertext Markup Language) dan pada saat ujian kita di test maju satu-satu ditanya mengenai berbagai-macam tag HTML beserta kegunaannya.

Saat kelas 1 saya belum tertarik dengan coding, Pada kenaikan kelas 2 barulah saya tertarik mendalami coding dikarnakan pada saat ulangan pemrograman dikelas, siswa yang dapat nilai 100 hanya 2 orang saja, salah satunya adalah saya dan mata pelajaran pemrograman menurut saya lebih mudah untuk di pahami dikarnakan bisa mempraktekannya di rumah, sedangkan mata pelajaran jurusan TKJ saya kesulitan memahaminya karna hanya bermodalkan buku dan tidak bisa mempraktekkannya dirumah.

Tapi sayang tekad saya belajar pemrograman harus pudar, karna lebih memilih membangun blog ini dimasa SMK dan belajar pemrograman kembali saat berkuliah di jurusan Teknik Informatika.

Apa itu Dicoding?

Dicoding merupakan platform website edukasi mengenai pembelajaran bahasa pemrograman, sudah lebih dari 7 Tahun dicoding terbentuk dan sudah lebih dari 500 ribu lebih developer indonesia yang mencoba belajar pemrograman di website dicoding. 

Pertama kali saya berjumpa dengan dicoding saat sedang berkuliah Tahun 2019, waktu itu sedang scrolling sosial media instagram. Kebetulan muncul postingan beasiswa belajar coding dari dicoding, dimana beasiswa tersebut mengenai belajar dasar pemrograman web. Coba ikutan dong… 

Profile Akun Dicoding

Untuk pertama kali mencoba belajar melalui website dicoding, cukup mudah mungkin saya sudah ada basic sebelumnya. tetapi bagi yang belum memiliki basic, tenang karna materi yang disampaikan pada kelas belajar dasar pemrograman web menurut saya sangat amat bagus dan mudah untuk dipahami, juga ada forum diskusi bagi yang kesulitan atau kebingungan dalam memahami isi materi. Untuk tugas akhir berjalan dengan lancar, saya hanya cukup sekali saja kirim tugas akhir dan langsung lulus tanpa ada revisi tugas dari reviewer. Tapi berbeda ketika saya mengikuti beasiswa belajar coding kelas fundamental front-end web development, pada pertama kali kirim tugas akhir ternyata tugas saya ditolak gara-gara saya kurang teliti dalam membaca deskripsi tugas, jadinya ada bagian yang tidak terpenuhi. Untungnya reviewer memberitahu saya point apa saja yang kurang, akhirnya saya perbaiki dan coba kirim lagi, langsung lulus.

Ngomongin soal program beasiswa belajar coding, kebetulan banget di platform dicoding sering ngadain program dan event-event menarik.

Terdapat Program dan Event-Event yang Menarik

Program beasiswa belajar dari dicoding

Selama saya mengikuti dicoding dari 2019 sampai sekarang, setiap tahun pasti ada saja program-program beasiswa coding yang ditawarkan oleh dicoding, misalnya:

  1. Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp)
  2. Program beasiswa belajar pemrograman yang diselenggarakan oleh Indosat Ooredoo dan dicoding, pada program tahun lalu IDCamp menawarkan beasiswa pelatihan Android Developer, Front-End Developer, iOS Developer, Machine Learning Developer, Multi-Platform App Developer dan juga Back-End Developer.

  3. Cloud and Back-End Developer Scholarship Program
  4. Program beasiswa belajar Cloud Computing yang diselenggarakan oleh Amazon Web Service (AWS) dan bekerja sama dengan dicoding dalam mendukung perkembangan bidang Cloud dan Back-end Developer di indonesia, program ini bisa diikuti oleh Pelajar (Siswa SMK, Mahasiswa), Pengajar (Guru SMK, Dosen) dan juga Umum.

  5. Baparekraf Developer Day (BDD)
  6. Program beasiswa belajar pemrograman ini diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bekerja sama dengan dicoding,  dengan tujuan mengembangkan kemampuan pembuatan aplikasi di indonesia.

  7. Bangkit
  8. Program beasiswa belajar ini diselenggarakan oleh Google dan dengan dukungan perusahaan-perusahaan besar di indonesia seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, Deeptech Foundation, Program beasiswa belajar android, machine learning, cloud computing ini hanya bisa di ikuti oleh mahasiswa aktif karna akan mendapatkan konversi 20 SKS.

  9. Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka
  10. Beasiswa belajar ini termasuk dalam program Kampus Merdeka yang dimana bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa sesuai dengan minatnya, kegiatan ini hampir sama seperti program Bangkit. Untuk mengikuti program belajar ini hanya bisa diikuti oleh mahasiswa aktif dan akan mendapatkan konversi 20 SKS.

Dari daftar program diatas, saya hanya mengikuti beasiswa belajar dari IDCamp kelas Front-End Developer dan Cloud and Back-End Developer Scholarship Program kelas Belajar Dasar AWS Cloud. Sebenarnya saya pengen ikut kelas Android, tapi sayang laptop saya kurang mendukung untuk belajar android.

Selain beasiswa, pada platform dicoding juga menawarkan event-event yang cukup menarik seperti Seminar, Tech Talk, Workshop. Dengan hadir diacara tersebut kalian akan mendapatkan informasi seputer perkembangan teknologi dari pakarnya, memperluas relasi, sertifikat dan tak hanya itu kalian juga berkesempatan untuk mendapatkan point.

Apa Itu Point?

Point merupakan salah satu fitur yang dimiliki platform dicoding dimana ketika kita mendaftarkan diri ke suatu event dan hadir pada event tersebut, maka sejumlah point akan bertambah pada akun dicoding kalian. Tetapi tergantung eventnya juga ada yang mendapat point, ada juga yang tidak mendapat point.

Tukar point dicoding

Point yang kalian kumpulkan bisa ditukar dengan berbagai macam hadiah yang menarik, seperti : Gadget, Hardware, T-shirt, Token Belajar dan lainnya.

Tak hanya dari mengikuti event saja, kalian juga bisa mendapat point dengan cara mengikuti Challenge. Pada platform dicoding ada berbagai macam challenge mulai dari membuat aplikasi web, aplikasi android, aplikasi ios, AR, chatbot. Apabila kalian terpilih sebagai pemenang maka akan mendapatkan point sesuai yang ada dideskripsi challenge.

Temukan Pekerjaan Idaman Kalian

Pada platform dicoding kalian dapat mencari lowongan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat kalian, untuk proses lamar pekerjaannya cukup mudah karna masih dilakukan dalam website dicoding. Kalian hanya perlu pilih lowongan perkerjaan, pilih tombol masukan lamaran dan isi beberapa inputan form untuk meyakinkan rekruter. Apabila kalian sering memenangkan challenge dan sering mengikuti event di platform dicoding maka itu akan menjadi nilai plus bagi kalian di mata rekruter.

Mau Ikutan Belajar Pemrograman Tapi Bingung Mulai Dari Mana?

Tenang dicoding terdapat menu Learning Path, yang akan membantu mengarahkan kalian pada materi-materi apa saja yang harus dipelajari supaya bisa berkarir sesuai minat kalian. Misal ingin menjadi seorang Front-End Web Developer, kalian bisa pergi ke menu learning path lalu pilih menu Front-End Web Developer. Nanti akan ditujukan deskripsi singkat Front-End Developer dan materi awal yang harus dipelajari dan materi-materi berikutnya. Masih ragu? Pada platform dicoding terdapat juga materi kelas belajar pemrograman gratis yang tak kalah menariknya dengan materi berbayar, berikut adalah materi kelas gratis yang ditawarkan oleh dicoding:

  1. Memulai Belajar Pemrograman Dasar Dengan Bahasa C
  2. Memulai Belajar Pemrograman Dasar Dengan Java
  3. Belajar Prinsip Pemrograman SOLID
  4. Belajar Membuat Augmented Reality Dengan Lens Studio

Walaupun materi kelas gratis, kalian juga bisa mendapatkan fasilitas yang serupa seperti kelas berbayar mulai dari forum diskusi, evaluasi pembelajaran : ujian akhir kelas dan sertifikat.

Ucapa dan Hadiah Ulang Tahun dari Dicoding

Ucapan selamat ulang tahun dari dicoding

Hal yang menarik dari dicoding, apabila kalian ulang tahun maka akan mendapatkan sebuah ucapan selemat ulang tahun dan tak hanya ucapan. Dicoding juga memberikan hadiah berupa voucher discount, menarik bukan.

Kesimpulan

Kesimpulan dari saya adalah isi materi pembelajaran dicoding menurut saya sangat jelas dan mudah dipahami, adapula fitur-fitur menarik pada platform dicoding : Dicoding Challenge, Dicoding Job, Dicoding Event, Point dan ucapan ulang tahun.

Bagi yang ingin belajar pemrograman / coding, belajar bikin aplikasi android, belajar cloud atau belajar machine learning. Kalian bisa cek www.dicoding.com untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai dicoding, itu saja cerita pengalaman saya bersama dicoding mohon maaf apabila ada salah kata dan terimakasih telah membaca hingga akhir.

#Dicoding7thAnniversary

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar